Ciri-ciri Anak yang Terkena Autisme

Sejak lahir sampai dengan umur 24 – 30 bulan anak anak yang terkena autisme umumnya terlihat normal. Padahal setelah diamati lebih jauh ternyata anak-anak autis memiliki keterlambatan dalam banyak hal, antara lain keterlambatan dalam berkomunikasi, bersosialisasi, bermain, dan lain-lain. Berikut penjelasan tentang kelainan-kelainan anak-anak autism.

Komunikasi:
Kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan. Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat. Supratiknya (1995) menyebutkan bahwa penyandang autis memiliki ciri-ciri yaitu penderita senang menyendiri dan bersikap dingin sejak kecil atau bayi, misalnya dengan tidak memberikan respon ( tersenyum, dan sebagainya ), bila di ‘liling’, diberi makanan dan sebagainya, serta seperti tidak menaruh perhatian terhadap lingkungan sekitar, tidak mau atau sangat sedikit berbicara, hanya mau mengatakan ya atau tidak, atau ucapan-ucapan lain yang tidak jelas, tidak suka dengan stimuli pendengaran ( mendengarkan suara orang tua pun menangis ), senang melakukan stimulasi diri, memukul-mukul kepala atau gerakan-gerakan aneh lain, kadang-kadang terampil memanipulasikan obyek, namun sulit menangkap.

Bersosialisasi (berteman)
Lebih banyak menghabiskan waktunya sendiri daripada dengan orang lain. Tidak tertarik untuk berteman. Tidak bereaksi terhadap isyarat isyarat dalam bersosialisasi atau berteman seperti misalnya tidak menatap mata lawan bicaranya atau tersenyum.

Kelainan penginderaan
Sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat. Anak autis sulit untuk memproses informasi yang diterima indera dengan benar. Situasi yang seharusnya normal seperti suara tangis bayi, mesin mobil, atau suara pengering rambut bisa jadi tidak tertahankan oleh beberapa individu autistik.

Bermain
Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura.

Perilaku
Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam). Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri. Seringkali sulit mengubah rutinitas sehari hari. kembali keatas

Perilaku dan kebiasaan yang diulang-ulang

Individu dengan kelainan autisma menuntut “kesamaan” dalam kebiasaan mereka. Misalnya, jika seorang anak menyikat giginya sebelum berganti piyama tidur atau mencuci tangan sebelum makan. Meminta anak yang mengalami autisme untuk menukar urutan kebiasaan ini akan mengganggunya.

Sumber dan referensi:

-Artikel dan sharing pengalaman orang tua

Versi Inggris di Triad Impairments

-http://puterakembara.org/ciri.shtml

-Center for the Study of Autism – www.autism.org

-The Mayo Clinic – www.mayoclinic.com

-Autism Society of America – www.autism-society.org

-American Speech and Hearing Association – www.asha.org

-http://angel-s-wing.blogspot.com/2008/06/karakteristik-autism-spectrum-disorder.html

-duniapsikologi.dagdigdug.com

-http://www.indonesiaindonesia.com/f/52817-pengertian-autisma-autisme/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: