Fobia Sekolah

May 29, 2010

Fobia adalah ketakutan atau kecemasan yang abnormal, tidak rasionil. Ketakutan khas yang neirotis, sebagai simbol dari konflik-konflik, yang kemudian menibulkan ketakutan dan kecemasan (Drsa. Kartini Kartono). Sedangkan fobia sekolah adalah bentuk kecemasan yang tinggi terhadap sekolah yang biasanya disertai dengan berbagai keluhan yang tidak pernah muncul atau pun hilang ketika “masa keberangkatan” sudah lewat, atau hari Minggu / libur. Fobia sekolah dapat sewaktu-waktu dialami oleh setiap anak hingga usianya 14-15 tahun, saat dirinya mulai bersekolah di sekolah baru atau menghadapi lingkungan baru atau pun ketika ia menghadapai suatu.

Tanda-tanda Fobia sekolah:

  1. Menolak berangkat ke sekolah
  2. Datang namun tidak lama kemudian meminta pulang
  3. Menunjukan sifat agresif terhadap anak lain maupun menentang guru
  4. Menunjukkan ekspresi/raut wajah sedemikian rupa untuk meminta belas kasih guru agar diijinkan pulang

Alasan-alasan umum yang biasa di kemukakan adalah keluhan fisik seperti sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, diare, dan lain lain. Yang intinya agar ia diperbolehkan tinggal dirumah.

Waktu berlangsungnya fobia sekolah tergantung dari penanganan orang tua yang intense terhadap anak. Sehingga ank dapat berangsur-angsur pulih dalam hitungan minggu.

Penyebab dari Fobia sekolah adalah:

  1. Separation anxiety:  Biasa di alami oleh anak yang berusia 1,5-2 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan anak diatas usia tersebut juga dapat terkena hal ini. Bagi mereka, sekolah berarti pergi dari rumah untuk jangka waktu yang cukup lama. Mereka tidak hanya akan merasa rindu terhadap orangtua, rumah, atau pun mainannya – tapi mereka pun cemas menghadapi tantangan, pengalaman baru dan tekanan-tekanan yang dijumpai di luar rumah.
  2. Pengalaman negatif di sekolah: Anak mendapati dirinya tidak nyaman di sekolah, seperti mendapat cemooh dari teman-temannya, tidak percaya diri karena gendut, jelek, tidak cantik dan lain sebagainya.

Penanganan:

  1. Tetap menekankan pentingnya sekolah
  2. Berusaha konsisten terhadap anak
  3. Konsultasikan kesehatan anak pada dokter
  4. Bekerjasama dengan guru atau wali kelas
  5. Luangkan waktu untuk berbicara baik-baik
  6. Lepaskan secara bertahap
  7. Konsultasikan terhadap psikikolog jika masalah berlarut

Sumber dikutip dari:

  1. http://psiko-indonesia.blogspot.com/2007/01/fobia-sekolah.html
  2. Papalia, Diane E., 2008, Human Development (Psikologi perkembangan), Kencana, Jakarta.
  3. Kartono, Kartini, 1983, Mental Hygiene (kesehatan Mental), Penerbit Alumni, Bandung.
  4. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/fobia-sekolah/

Menonton Video Porno Merusak Kesehatan Mental

May 29, 2010

Banyak hal yang dapat merusak kesehatan mental kita, seperti tekanan dari luar, maupun dari dalam diri. Diluar itu semua internet membawa dampak yang sangat signifikan terhadap umat manusia dalam hal komunikasi, pencarian berita maupun info, dari dalam maupun luar negeri yang dapat di akses dalam hitungan detik. Tapi bersamaan dengan keuntungan tersebut ternyata internet juga membawa hal yang negatif terhadap manusia pula. Salah satu dari hal negatif tersebut adalah mudahnya seseorang mengakses situs porno semudah menyalakan televisi.

Dikutip dari penelitian Marcus Squireel yang doktor di Universitas di Australia bahwa lebih dari dari 27% orang penikmat pornografi maya (chatting, terlibat dalam kegiatan seksual melalui kamera komputer, mengunduh video dan gambar, atau mengirimkan email-email porno mengalami depresi tingkat menengah sampai rasa khawatir tingkat tinggi. Sedngkan 35% lainnya mengalami stress dari tingkat menengah hingga parah. Dan yang lebih mengejutkan ternyata minimal dua belas jam mereka habiskan setiap pekannya untuk kegiatan birahi maya yang merusak mental mereka itu.

Kesehatan mental yang telah kita ketahui bersama sangatlah berkaitan erat dengan dengan kesehatan tubuh.Gangguan jiwa seperti depresi dan rasa khawatir dapat memperbesar serangan penyakit mematikan seperti gangguan jantung serta pasien yang menderita penyakit arteri koroner

Sumber:

http://www.ilmupsikologi.com/?p=137

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/menikmati-internet-porno-merusak-kesehatan-mental/

Body Dismorfic Disorder

May 29, 2010

Kecantikan ataupun kesempurnaan secara fisik bersifat sangat relatif. Setiap orang pasti pernah merasakan ketidakpuasan dengan penampilan fisiknya, mulai dari wajah, rambut, lengan, pinggul ataupun bagian lainnya. Namun, saat ini sudah banyak produk kecantikan, pemutih wajah, dan obat pelangsing yang cukup diminati oleh semua orang.

Kondisi dimana kita merasa tidak puas dengan penampilan fisik diistilahkan sebagai body dysmorphic disorder (BDD). Mungkin istilah itu masih asing di telinga kita, namun bukan hal yang mustahil jika di sekitar kita banyak yang menderita sindrom tersebut. Sindrom BDD dapat mengakibatkan seseorang tidak hanya merasa tertekan, tapi juga akan menurunkan fungsi seseorang dalam kehidupan sosial, keluarga, pekerjaan, dan bidang kehidupan lainnya.

Penderita BDD sangat terganggu dengan penampilan fisiknya karena mereka merasa memiliki kekurangan yang fatal atau menganggap diri aneh dan buruk rupa (padahal mungkin saja orang lain tidak menilai demikian). Penderita BDD umumnya akan mengerahkan berbagai upaya untuk menutupi kekurangan fisiknya. Beberapa karakteristik pada mereka yang mengalami sindrom BDD:

Konsep diri negatif dan tidak percaya diri.
Penderita BDD biasanya memandang dan menilai dirinya secara negatif.
Mereka cenderung tidak percaya diri sehingga sulit membina hubungan dengan orang lain.
Karena merasa kurang menarik, penderita BDD sering merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah komunitasnya. Ada perasaan takut dijauhi, dikucilkan, dan diabaikan.
Penderita BDD terkadang terlalu sensitif dan khawatir jika orang lain memperhatikan kekurangannya sehingga berjuang keras untuk menutupi kekurangan tersebut, misalnya dengan:

  • Berlama-lama di depan cermin.
  • Selalu memfokuskan kekurangan diri untuk dibandingkan dengan orang lain.
  • Sering meminta konfirmasi ke orang lain bahwa dia baik-baik saja.
  • Berdandan berlebihan untuk menutupi kekurangan.
  • Diet yang sangat ketat.
  • Berulang-ulang menyentuh bagian tubuh yang dinilai sebagai kekurangan dirinya.
  • Rajin berkonsultasi ke dermatologis atau ahli kosmetik tertentu.
  • Banyak membaca buku-buku yang mengupas masalah kekurangan diri secara fisik.
  • Menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk mengurusi penampilannya (1-3 jam setiap hari).
  • Menghindari situasi sosial yang mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi sosial.

Pada umumnya gejala BDD mulai tampak ketika seseorang berada dalam masa remaja. BDD berlangsung selama bertahun-tahun dan kian memburuk kondisinya bila tidak ditangani secara benar.

Dalam dunia kedokteran, memang sudah dikembangkan cara penanganan BDD dengan menggunakan obat-obatan. Salah satunya adalah SSRI (selective serotonin-reuptake inhibitors). Namun, obat saja tidaklah cukup. Jika seseorang sudah mengalami BDD, mereka sebaiknya menjalani psikoterapi agar mereka mampu memahami akar permasalahan sebenarnya. Dengan demikian, dapat dibangun konsep dan pola pikir yang lebih positif dan obyektif dalam menilai diri sendiri.

Sumber:

http://cocecom.net/artikel/index.php?categoryid=1&p2_articleid=18

Penyebab Anak Tunaganda

May 29, 2010

Anak tunaganda disebabkan oleh faktor yang variatif, yang dapat terjadi pada saat sebelum kelainan, saat kelahiran, dan atau setelah kelahiran.

1. Faktor Prenatal :
ketidaknormalan kromosom komplikasi-komplikasi pada anak dalam kandungan ketidakcocokan Rh infeksi pada ibu, kekurangan gizi ibu yang sedang mengadung, serta terlalu banyak menkonsumsi obat dan alcohol.
2. Faktor Natal :
Kelahiran prematur kekurangan oksigen pada saat
keiahiran luka pada otak saat kelahiran.

3. Faktor natal :
Kepala mengalami kecelakaan kendaraan ,jatuh ,dan
mendapat pukulan atau siksaan ,

4. Nutrisi yang salah :
Anak tidan dirawat dangan baik, keracunan makanan
atau penyakit tertentu yang sama, sehingga dapat
berpengaruh tehadap otak (meningitis atau encephalities).

Sumber:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=77

Klasifikasi anak Tunaganda

May 29, 2010

Pada dasarnya ada beberapa kombinasi kelaianan, di antaranya:

1. Kelainan utamanya tunagrahita.
Gabungannya dapat tunagrahita atau tunanetra. Gabungan dengan tunanetrainilah yang dipandang paling berat cara menanganinya.
2. Kelainan utamanya tunarungu.
Gabungannya dapat tunagrahita atau tunanetra. Gabungan dengan tunanetra inilah yang dipandang paling berat cara menanganinya.

3. kelainan utamanya tunanetra.
Gabungannya dapat berwujud tunalaras, tunarungu, dan kelainan yang
4. Kelainanan utamanya tunadaksa.
Gabungannya dapat berwujud tunagrahita, tunanetra, tunarungu, gayaemosi, dan kelainan lain.
5. Kelainan utamanya tunalaras.
Gabungannya dapat berwujud austisme dan pendengaran.
6. Kombinasi kelainan lain.

Sumber:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=77

Pengertian dan Ciri-ciri Anak Tunaganda

May 29, 2010

Pengertian dan Karakteristik Anak Tunaganda
Yang disebut anak tunaganda adalah anak yang memiliki kombinasi kelainan (baik dua jenis kelainan atau lebih) yang menyebabkan adanya masalah pendidikan yang serius ,sehingga dia tidak hanya dapat diatas dengan suatu program pendidikan khusus untuk satu kelainan saja, melaiankan harus didekati dengan variasi program pendidikan sesuai kelainan yang dimiliki.

Anak tunaganda biasanya menunjukkan fenomena-fenomena perlaku di antaranya :
1. Kurang komunikasi atau sama sekali tidak dapat berkomunikasi.
2. Perkembangan motorik dan fisiknya terlambat.
3. Seringkali menunjukkan perilaku yang aneh dan tidak bertujuan.
4. Kurang dalam keterampilan menolong diri sendiri.
5. Jarang berperilaku dan berinteraksi yang sifatnya konstruktif.
6. Kecenderungan lupa akan keterampilan keterampilan yang sudah dikuasai.
7. Memiliki masalah dalam mengeneralisasikan keterampilan keterampialan dari suatu situasi ke situasi lainnya.

Sumber:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=77

Karakteristik Tunanetra

May 29, 2010

Karakteristik
1. Tunanetra
a. Fisik
Keadan fisik anak tunanetra tidak berbeda dengan anak sebaya lainnya.perbedaan nyata diantaranya mereka hanya terdapat pada organ penglihatannya. Gejala tunanetra yang dapat diamati dari segi fisik antara lain: mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, gerakan mata tak beraturan dan cepat, mata selalu berair dan sebagainya.

b. Perilaku
1) Beberapa gejala tingkah laku pada anak yang mengalami gangguan penglihatan dini antara lain; berkedip lebih banyak dari biasanya. menyipitkan mata, tidak dapat melihat benda-benda yang agak jauh.
2) Adanya keluhan-keluhan antara lain : mata gatal, panas, pusing, kabur atau penglihatan ganda.
c. Psikis.
1) Menta/Intelektual
Tidak berbeda jauh dengan anak normal. Kecenderungan IQ anak tunanetra ada pda batas atas sampai batas bawah.
2) Sosial
Kadangkala ada keluarga yang belum siap menerima anggota keluarga yang tuna netra sehingga menimbulkan ketegangan/gelisah di antara keluarga. Seorang tunanetra biasanya mengalami hambatan kepribadian seperti curiga terhadap orang lain, perasaan mudah tersinggung dan ketergantungan yang berlebihan.

2. Low Vision
Ciri-ciri antara lain :
a. Menulis dan membaca dengan jarak yang sangat dekat
b. Hanya dapat membaca huruf yang berukuran besar
c. Memicingkan mata atau mengerutkan kening terutama di cahaya terang atau saat mencoba melihat sesuatu.

Sumber:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=72

Tentang Tunanetra

May 29, 2010

Pengertian
1. Tunanetra
“Tunanetra adalah seseorang yang memiliki Hambatan dalam penglihat-an/ tidak berfungsinya indera penglihatan.’’

2. Low Vision
Sesorang dikatakan Low vision apabila orang tersebut mengalami kekurangan penglihatan.

Klasifikasi
1. Berdasarkan waktu terjadinya ketunanetraan:
a. Tunanetra sebelum dan sejak lahir
b. Tunanetra setelah lahir dan atau pada usia kecil
c. Tunenatra pada usia sekolah atau pada masa remaja
d. Tunanetra pada usia dewasa
e. Tunanetra dalam usia lajut.

2. Berdasarkan kemampuan daya penglihatan:
a. Tunanetra ringan
b. Tunanetra setengah berat.
c. Tunanetra berat.

3. Berdasarkan pemeriksaan klinik.

4. Berdasarkan kelainan-kelainan pada mata:
a. Myopia;adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina.
b. Hyperopia; adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina.
c. Astigmatisme; adalah penyimpangan atau penglihatan kabur yang disebabkan karena ketidak beresan pada kornea mata.

Penyebab
1. Pre-natal
Faktor penyebab ketunanetraan pada masa pre-natal Sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan

2. Post-natal
Faktor penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir, antara lain: kerusakan pada mata atau syaraf mata pada waktu persalinan hamil ibu menderita penyakit gonorrhoe, penyakit mata lain yang menyebabkan ketunanetraan, seperti trachoma,dan akibat kecelakaan.

Sumber:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=72

Pengertian Dan Klasifikasi Tunarungu

May 29, 2010

Pengertian anak tunarungu Anak tunarungu adalah anak yang kehilangan seluruh atau Sebagian daya pendengarannya , sehingga mengalami Gangguan berkomunikasi secara verbal .Secara fisik , anak tunarungu tidak berbeda dengan anak –Anak dengar pada umumnya , sebab orang akan mengetahui Bahwa anak menyandang ketunaruguan pada saat Berbicara ,mereka berbicara tanpa suara atau dengan suara Yang kurang atau tidak jelas artikulasinya , atau bahkan tidak Berbicara sama sekali , mereka berisyarat .

Klasifikasi tunarugu

Berdasarkan tingkat kerusakan/kehilangan kemampuan
Mendengar

Sangat ringan , 27- 40 dB
Ringan , 41-44 dB
Sedang , 56-70 dB
Berat , 71-90 dB
Ekstrim , 91 dB keatas tuli .

Sumber:

http://slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=76


Penyebab, karakteristik, dan Pelayanan Pendidikan Bagi Anak Tunadaksa

May 29, 2010

Sebab sebab pada saat kelahiran, antara lain : Proses kelahiran terlalu lama, Proses kelahiran yang mengalami kesulitan Pemakaian Anestasi yang melebihi ketentuan.

Sebab sebab setela2h proses kelahiran, antara lain : Kecelakaan, lnfeksi penyakit, dan Ataxia.

• Karakteristik Anak Tunadaksa
Anak tunadaksa akan mengalami gangguan psikologis Yang cenderung merasa malu, rendah diri dan sensitif Serta memisahkan diri dari lingkungannya. Di samping karakteristik tersebut terdapat problema Anak tunadaksa antara lain, gangguan taktil dan

Bagaimana lmplementasi Pendidikan Anak tunadaksa?
Pelayanan Pendidikan bagi anak Tunadaksa, Guru mempunyai peranan ganda disamping sebagai pengajar, pendidik juga sebagai pelatih. Pelayanan terapi yang diperlukan anak tunadaksa antara lain : latihan bicara, fisioterapi, Occupational Therapy dan Hydro Therapy.
Anak Tunadaksa pada dasarnya sama dengan anak
normal lainnya, hanya dari aspek psikologi sosial mereka membutuhkan rasa aman dalam bermobilisasi dalam kehidupannya.

Bagaimana Model Layanan Pendidikan Anak Tunadaksa?
Model layanan pendidikan bagi anak tunadaksa dibagi pada sekolah khusus dan atau sekolah terpadu atau inklusi:
Sakolah kusus adalah diperuntuk bagi anak yang mempunyai problema yang lebih berat bagi intelektualnya maupun emosinya.

Sekolah terpadu / inkulsi, Sekolah ini diperuntukkan bagi anak tuadaksa yang mempunyai problema ringan dan problema penyerta dan tidak disertai oleh problema retadasimental.

SUMBER:

http://www.slbk-batam.org/index.php?pilih=hal&id=73



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.