Perbandingan Anak Indigo dengan Anak Berbakat

Wency Chapman mendiskripsikan ciri-ciri anak indigo, berdasarkan apa yang dialaminya :

  1. Mereka ingin diperlakukan sebagai raja.
  2. Mereka merasa pantas berada di dunia ini.
  3. Mempunyai perasaan yang jelas mengenai dirinya
  4. Mempunyai masalah dengan disiplin dan otoritas.
  5. Seringkali menolak melakukan sesuatu yang disuruhkan padanya.
  6. Mengantri merupakan siksaan baginya.
  7. Mereka frustasi pada tata cara yang bersifat ritual yang hanya membutuhkan sedikit kreatifitas.
  8. Mempunyai cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu, baik di rumah maupun di sekolah.
  9. Tidak patuh pada norma-norma sosial
  10. Menolak mengakui kesalahannya
  11. Cepat merasa bosan pada tugas yang harus dilakukannya
  12. Menunjukkan gejala ADD (Gangguan kurang dapat memusatkan perhatian)
  13. Sangat kreatif
  14. Memiliki intuisi yang tajam
  15. Mempunyai rasa empati terhadap orang lain
  16. Menunjukkan pemikiran abstrak sejak sangat dini
  17. Sangat cerdas
  18. Sangat berbakat (bisa dikatakan telah memperoleh karunia kemampuan psikik tertentu)
  19. Seringkali melamun
  20. Mempunyai pandangan mata yang dewasa, tajam dan bijaksana
  21. Mempunyai kecerdasan spiritual.

Sekarang mari kita bandingkan dengan kriteria anak berbakat dan kreatif yang dibuat oleh sebuah organisasi nasional nirlaba yang merangkul dan menolong anak-anak yang sangat berharga ini. Mereka mendaftar karakteristik berikut ini untuk membantu Anda mengidentifikasi apakan anak Anda berbakat:

  1. Punya kepekaan yang sangat tinggi.
  2. Punya energi yang berlebihan.
  3. Mudah merasa bosan, mempunyai rentang perhatian yang sempit.
  4. Butuh pendampingan orang dewasa yang stabil secara emosi agar dia merasa aman berada di dekatnya.
  5. Akan menentang otoritas kalau orientasinya tidak demokratis.
  6. Punya cara belajar favorit, terutama dibidang membaca dan matematika.
  7. Mudah frustrasi karena mereka biasanya memiliki gagasan yang besar, namun kurang memiliki rekan atau orang yang bisa membantu mereka mewujudkan gagasan itu sampai berhasil.
  8. Belajar dengan cara berekplorasi, menolak cara hafalan atau hanya sekedar menjadi pendengar.
  9. Tidak dapat duduk tenang kecuali kalau perhatiannya terserap pada hal yang sangat menarik perhatiannya.
  10. Kalau mengalami kegagalan dini, mereka mudah menyerah dan mengalami hambatan belajar secara permanen.

Sumber:

  1. Yayasan Prana-Nasional Indonesia:

http://pranaindonesia.wordpress.com/artikel/anak-indigo/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: