Diagnosis Schizophrenia

Saat dokter mendiagnosis seseorang menderita schizophrenia, mereka biasanya melakukan tes psikologi dan medis. Hal ini dapat membantu menentukan diagnosis yang tepat berdasarkan gejala yang muncul. Pengujian dan tes ini melibatkan:
•    Pemeriksaan fisik. Langkah ini melibatkan pengukuran tinggi dan berat badan, mengecek tenda-tanda vital, seperti detak jantung, tekanan darah dan temperature, mendengarkan jantung dan paru-paru serta menguji abdomen.
•    Tes laboratorium. Langkah ini melibatkan hitung darah lengkap (CBC), skrining untuk alkohol dan obat, dan studi pencitraan seperti MRT atau CT scan.
•    Evaluasi psikologis. Dokter jiwa atau petugas kesehatan akan bicara kepada pasien mengenai pemikiran, perasaan dan pola perilaku. Dokter akan bicara mengenai delusi atau halusinasi dan mengecek tanda-tanda psikosis. Pasien mungkin juga diminta untuk mengisi kuis untuk tes psikologi, juga ditanya mengenai penyalahgunaan substansi atau alkohol. Atas izin pasien, anggota keluarga dan teman dekat ditanya mengenai informasi gejala-gejala pasien yang bersangkutan.

Kriteria diagnosis untuk  schizophrenia
Untuk didiagnosis sebagai schizophrenia, pasien harus memenuhi criteria yang dituangkan dalam  Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Petunjuk manual ini diterbitkan oleh the American Psychiatric Association dan digunakan oleh para petugas kesehatanan untuk mendiagnosis kondisi mental dan perusahaan asuransi untuk mencairkan klaim perawatan.

Kriteria diagnosis untuk schizophrenia mencakup:
•    Adanya minimal dua dari hal berikut: delusi, halusinasi, pembicaraan yang tidak terorganisasi, perilaku katatonik atau tidak terkontrol, atau adanya gejala-gejala negatif.
•    Ketidakmampuan dalam menjalankan pekerjaan, hadir di sekolah atau menjalankan tugas sehari-hari dalam kehidupan normal
•    Tanda-tanda ini bertahan minimal enam bulan
•    Gangguan kesehatan mental lainnya yang telah dikesampingkan

Seseorang mungkin bisa didianosis dengan salah satu dari lima sub-tipe schizophrenia, meskipun tidak semua orang dapat dengan mudah digolongkan ke dalam kategori khusus. Kelima sub-tipe itu adalah:
•    Paranoid
•    katatonik
•    Disorganisasi
•    Terdiferensiasi
•    Residual
Pasien sebaiknya bicara dengan dokter terkait untuk menentukan dirinya mengidap schizophrenia golongan mana sehingga pasien dapat lebih mudah mempelajari kondisi khusus berikut pengobatannya.

Sumber:

http://www.go4healthylife.com/articles/427/1/Schizophrenia/Page1.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: